Pages

Subscribe:

Labels

Showing posts with label Tutorial. Show all posts
Showing posts with label Tutorial. Show all posts

Sunday, November 18, 2012

CARA MEMBUAT VOLUME PADA FLASH AS2

Hay bro/sist... udah lama nih admin tak pernah update blog, sekarang admin pengen ngpost lagi. oiya, ada yang suka sama produk ADOBE salah satunya FLASH?? Nah, ini dia.. Mungkin dari kalian ada yang belom bisa cara buat ngebesarin sama ngecilin volume pada Flash As2, nih admin punya filenya. Silahkan download aja yaa... tinggal ngikutin langkah"nya aja... cusss, >>>


ini yang swf nya:
DOWNLOAD

ini yang file fla nya:
DOWNLOAD

semoga bermanfaat yaa... amin ^^

Thursday, March 31, 2011

Kode ASCII Alt+Numlock Key Combos

Mau buat huruf yang aneh-aneh seperti  ☺☻ ♥ ♦ ♣ ♠ § Ω ■ ¶ ╓ ▼ ♀ dan lain lain.. masih banyak siih.. tinggal kita hafail aja. Lumayankan buat gaya² an :D . Buat chating atau status FB,  di MS Office juga bisa.

Caranya kita teken ALT dan angka Numlock atau simpelnya Alt+Numl , contoh pangkat ² seperti itu Alt253 (teken Alt terus ketik 2 5 3, lepas Alt nya), Kode² nya liat di bawah : [...]

Video Chat CAMFROG

Bosen chating pake Yahoo! Messenger (YM), hik hik hik hik… sama donk ane juga……
mau liat cam lawan chating kita.. ditolak terus hehehe, itu sih emang nasib hehehehe…jangan di sesali hehehe.
Mau chatting yang baru… yang liat show cam ngga pake permisi lagi hehehehe langsung on…tapi…. siap-siap juga kita di tontonin orang-orang hehehehe. Kalo mau dan udah siap di tonton orang-orang pake aja CAMFROG banyak ko versi nya tinggal download disini gretong ko.. ga pae ancak hehehe….. Terus install deh… uuuupps tapi nih ya…sofware nya masih unregister alias demo, tapi lumayan juga sih buat iseng heheeh…klo mau bayar buat beli softwarenya sih terserah hehehe…beli aja sendiri. Tapi kalo mau ga perlu download dateng aja ke rumah ane ga papa ko asal bawagula teh,,  hehehe…
kalo dah CAMFROG terinstall buat [...]

Tuesday, March 15, 2011

EDITING

Editing dilakukan untuk mengemas hasil akhir sebuah film, mensinkronkan suara dengan visual, memberikan special effect, dan mengekspor dalam bentuk media yang ditentukan.

Pengeditan untuk membuat special effect dilakukan menggunakan software Adobe After Effect. Pengeditan professional bias menggunakan iMovie for Mac atau Avid Express Pro dan Media 100 untuk basis Windows untuk dikemas dalam DVD dan pita kaset Betacam SP atau DV Cam.

Setelah semua proses dilalui, proses selanjutnya adalah membuat master film. Untuk membuat film layar lebar harus dibuat master dengan pita seluloid. Namun untuk distribusi pada media seperti televise, dapat digunakan kaset Beta Cam SP atau DV Cam. Untuk aplikasi home video dapat digunakan DVD atau Video CD.

Sumber: Buku "Merancang Film Kartun Kelas Dunia" karya M. Suyanto & Aryanto Yuniawan.

SOUND

Merupakan kelanjutan dari proses dubbing. Proses pengolahan Audio atau sound untuk pengisian suara pada pembuatan film kartun ada dua metode, yaitu dubbing kering atau tanpa visual and dubbing basah atau menggunakan visual.

Secara singkat proses dubber adalah seperti ini:

Dubber kering = Dubber > animasi > sound effect > backsound

Dubber basah = Animasi > dubber > sound effect > backsound

Kombinasi = Dubber > animasi > dubber > SND-FX/backsound

Sumber: Buku "Merancang Film Kartun Kelas Dunia" karya M. Suyanto & Aryanto Yuniawan. 

LIP-SYNCH

Pada anime (animasi gaya Jepang, perubahan gerakan mulut hanya terlihat pada gerak Open (terbuka), semi open (terbuka setengah), dan close (tertutup).

Pada pengambilan suara awal, yang terpenting adalah pengucapan. Supaya akurat, phonetic sound bias ditulis dalam dope sheet sebagai referensi pada kolom dialogue, serta harus berhati-hati dalam menetapkan pewaktuannya. Software yang bisa digunakan seperti ToonBoom atau MacPie Pro.

Sumber: Buku "Merancang Film Kartun Kelas Dunia" karya M. Suyanto & Aryanto Yuniawan. 

BACKGROUND

Background merupakan lokasi  dan setting dimana animasi itu berada. Secara teknis, background sebagai setting dikelompokkan menjadi dua, yaitu sebagai latar belakang dan latar depan.


Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan background adalah arah cahaya dating, suasana alam (pagi, siang, sore, malam, hujan, mendung atau cerah, dan sebagainya), dan apakah adegan akan dilaksanakan di dalam ruangan atau di luar ruangan.

Sumber: Buku "Merancang Film Kartun Kelas Dunia" karya M. Suyanto & Aryanto Yuniawan. 

COLORING

Proses coloring atau pewarnaan ada yang menggunakan teknik analog dengan menggunakan cat air dan ada pula secara digital menggunakan software computer seperti animo, Adobe Photoshop, atau menggunakan Macromedia Flash, dll.

Color atau warna karakter pada dasarnya terdapat tiga jenis, yaitu warna dasar gambar, shadow (bagian gambar yang terkena cahaya/sinar) dan highlight (bagian gambar yang membelakangi cahaya sehingga terjadi bayangan).

Sumber: Buku "Merancang Film Kartun Kelas Dunia" karya M. Suyanto & Aryanto Yuniawan. 

LINE TEST, SCANNING, & TRACING

1.      LINE TEST
Digunakan untuk memeriksa apakah pergerakan animasi sudah sesuai dengan pergerakan seharusnya.

2.      SCANNING
Apabila semua gambar sudah dinyatakan fix dan siap untuk tahap selanjutnya maka semua gambar di-scan.

3.      TRACING
Tracing digunakan untuk mengubah format bitmap ke dalam format vector, yaitu ketika kita akan mewarnai gambar menggunakan macromedia flash atau software pengolah vector lainnya. Namun jika kita mewarnai menggunakan photoshop maka tidak perlu tracing.

Sumber: Buku "Merancang Film Kartun Kelas Dunia" karya M. Suyanto & Aryanto Yuniawan. 

DRAWING

Proses drawing merupakan salah satu proses yang menggunakan apakah hasil animasi menjadi bagus atau tidak. Selain perlu dibuat character model sheet, drawing artist atau animator juga perlu mengetahui 12 prinsip animasi, yaitu:
1.      Squash and Stretch
2.      Anticipation
3.      Staging
4.      Strainght-Ahead-Action and Pose-To-Pose
5.      Follow-Through and Overlaping Action
6.      Slow In - Slow out
7.      Arcs
8.      Secondary Action
9.      Timing
10.    Exaggeration
11.    Solid Drawing
12.    Appeal

Sumber: Buku "Merancang Film Kartun Kelas Dunia" karya M. Suyanto & Aryanto Yuniawan. 

DOPE SHEET

Dope sheet digunakan sebagai panduan bagi animator mengenai penempatan animasi sesuai dengan pewaktuan dan lypsink dari dialogue dan sound, serta panduan pandangan kamera. Dengan panduan dope sheet ini akan diketahui jumlah gambar yang harus diselesaikan oleh animator setiap cut-nya sehingga akan menghemat waktu proses penyusunan animasi dan editing waktu.

Format standar untuk dope sheet setidaknya mencangkup beberapa item, diantaranya kolom untuk action, dialogue, cel level, dan camera intruction.

Secara umum, dope sheet dibagi dalam 8 baris per group, yaitu 24 frame per second, 16 frame per foot untuk 35mm film, atau 40 frame per foot untuk 16mm film.

Sumber: Buku "Merancang Film Kartun Kelas Dunia" karya M. Suyanto & Aryanto Yuniawan. 

MENENTUKAN STANDAR CHARACTER MODEL SHEET, LAYOUT, DAN SOUND RECORDER

1.      STANDAR CHARACTER MODEL SHEET
Untuk memperkuat didalam standar character model sheet diperlukan perencanaan yang matang diantaranya merancang desain para tokoh, desain standar properti dan vegetasi, serta warna para tokoh.

2.      LAYOUT
Penggunaan layout akan memudahkan seorang animator dan background artist untuk membuat animasi.

3.      SOUND RECORDER
Sebelum digambar, dilakukan perekaman suara awal untuk menentukan pewaktuan yang nantinya akan dimasukkan dalam dope sheet sebagai panduan bagi animator untuk membuat frame dan lypsink.

Sumber: Buku "Merancang Film Kartun Kelas Dunia" karya M. Suyanto & Aryanto Yuniawan. 

MEMBUAT STORYBOARD DAN STORYBOARD ANIMATIC

1.      STORYBOARD
Setelah membuat screenplay, bagian terpenting lainnya adalah membuat Storyboard. Story board memberikan kehidupan bagi script yang merupakan kata-kata dalam cerita mengenai bagaimana sebuah cerita akan berjalan dan mudah dipahami.

Format storyboard bisa bermacam-macam. Sebuah format yang sistematis dapat disinkronkan dengan Dope Sheet yang terdiri dari tiga kolom, yaitu satu kolom untuk Note dan Direction, satu kolom untuk gambar, dan satu kolom untuk dialogue. Namun, ada juga pendekatan storyboard yang menggunakan format gambar yang sederhana pada setiap key frame..........

CERITA DAN NASKAH FILM

1.      IDE
Merupakan hal mendasar untuk mengembangkan sebuah karya film animasi.

2.      TEMA
Setelah ide terkumpul, maka langkah selanjutnya menentukan tema. Misalkan tema “Kepahlawanan” atau “Perjuangan Hidup”, dll.

3.      LOGLINE
Merupakan plot yang dituangkan dalam sedikit mungkin kata-kata yanng digunakan. Logline sering dimulai dengan dua kata “bagaimana jika?” dan untuk membangun cerita ditambahkan dua kata lagi “Dan Kemudian”....

KEBUTUHAN SUMBER DAYA MANUSIA

1.      PRODUSER
Seorang produser berlaku sebagai manager yang mengontrol keseluruhan proyek film dan mengelola budget.

2.      SUTRADARA
Bertanggung jawab terhadap keseluruhan aspek kreatif pada lingkup pembuatan film.

3.      SCRIPTWRITER
Bertanggung jawab membuat naskah cerita film.

4.      STORYBOARD ARTIST
Bertugas membuat  papan cerita.

5.      DRAWING ARTIST
Bertanggung jawab terhadap pembuatan gambar-gambar pada setiap frame dari keseluruhan film yang dibuat....

Friday, March 11, 2011

KEBUTUHAN DASAR PERALATAN FILM KARTUN

Dalam perancangan film kartun diperlukan beberapa persiapan awal diantaranya menyediakan peralatan untuk membuat film. Peralatan-peralatan tersebut antara lain:
1.      Drawing Table/Lightboxes
Meja gambar disertai lampu pada bagian bawah meja dan Peg bars dengan tipe lubang acme. Meja ini dapat diputar sesuai kebutuhan animator dan dapat dipesan di toko-toko animasi atau dapat dibuat sendiri. Lampu penerang sebaiknya yang hemat energi dan bercahaya putih serta tidak menghasilkan panas yang berlebihan.

2.      Decent Chair

 3.      Desk Lighting
Untuk mengimbangi kekuatan cahaya yang mucul dari lightbox agar mata tidak lelah....